Alam semesta ini diatur oleh hukum-hukum tertentu yang menciptakan suatu keharmonisan. Perjalanan peradaban manusia dari zaman ke zaman telah mengungkap satu per satu misteri alam semesta ini. Sejak dulu manusia tertarik dengan jagad raya yang mendorong keinginan untuk mengetahui semua rahasia jagad raya sampai manusia menemukan titik batas pemikirannya. Pengkajian ilmiah yang pertama mungkin dilakukan oleh Copernicus (1473-1543) dengan teori heliosentris-nya menyatakan bahwa bumi kita ini bergerak mengelilingi matahari. Hipotesisnya didasarkan pada pengamatan empiris yang hanya mengandalkan kemampuan men-generalisasi fenomena yang ada. Akhirnya revolusi pertama di bidang astronomi berdiri setelah Johannes Kepler (1571-1630) mendeklarasikan hukum-hukumnya yang cukup fenomenal tentang pergerakan planet. Hukum-hukum yang mengatur gerakan ini disimpulkan dari pengamatan gerakan planet-planet oleh J.Kepler selama bertahun-tahun. Hukum-hukum Kepler tentang pergerakan planet antara lain:1. Hukum I Kepler berbunyi: “Orbit dari setiap planet berbentuk elips dengan matahari sebagai salah satu titik fokusnya”
2. Hukum II Kepler berbunyi: “Garis antara matahari dan planet menyapu luas daerah yang sama untuk interval waktu yang sama pula selama planet mengorbit matahari”
3. Hukum III Kepler berbunyi: “Kuadrat dari periode orbit planet (waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali revolusi terhadap matahari) sebanding dengan pangkat tiga dari panjang sumbu mayor lintasan elips yang dibentuk planet”
Pada waktu dideklarasikan, Kepler masih belum menemukan apa yang mendasari hukumnya itu, hingga akhirnya Sir Issac Newton pada tahun 1687 membuktikan kebenaran Hukum-hukum Kepler berdasarkan asas mekanika yang ditulisnya dalam bukunya Principia. Dari landasan mekanika Newton inilah kita sekarang akan membuktikan kebenaran Hukum Newton melalui dua konsep penting dalam mekanika klasik yakni, gaya sentral dan hukum kekekalan momentum. Sebenarnya hasil analisis kita ini tidak hanya berlaku untuk pergerakan planet saja tetapi bermanfaat dalam menganalisis gerakan satelit dan pesawat ruang angkasa yang sedang mengorbit.

